twitter


Soleram
Soleram soleram
Soleram anak yang manis
Anak manis janganlah dicium, sayang,
Kalau dicium merahlah pipinya
Anak manis janganlah dicium, sayang,
Kalau dicium merahlah pipinya
Satu dua tiga dan empat
Lima enam tujuh delapan
Kalau tuan punya kawan baru, sayang,
Kawan lama, dilupakan jangan


Selamat Ulang Tahun
Selamat
Ulang tahun,
Kami ucapkan.
Selamat
Panjang umur!
Kita 'kan doakan.
Selamat
Sejahtera, sehat sentosa!!
Selamat panjang umur
dan bahagia!


Pelangi – Pelangi
Pelangi pelangi
alangkah indahmu
Merah, kuning, hijau
di langit yang biru
Pelukismu Agung, siapa gerangan

Pelangi, pelangi, ciptaan Tuhan!


Naik Kereta Api
Naik kereta api ... tut ... tut ... tut
Siapa hendak turut
Ke Bandung ... Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma
sempak Ayo kawanku lekas naik
Keretaku tak berhenti lama
Lekas kretaku jalan ...tut...tut...tut
Banyak penumpang turut
K'retaku sudah penat
Karena beban terlalu berat
Di sinilah ada stasiun

Penumpang semua turun


Naik Gunung
Naik - naik, ke puncak gunung
tinggi - tinggi sekali
Naik - naik, ke puncak gunung
tinggi - tinggi sekali
Kiri - kanan kulihat saja
banyak pohon cemara
Kiri - kanan kulihat saja

banyak pohon cemara


Naik Delman

Pada Hari Minggu ku turut ayah ke kota

naik delman istimewa ku duduk di muka

Ku duduk samping pak kusir yang sedang bekerja

mengendarai kuda supaya baik jalannya Hei!

Tuk-tik-tak-tik-tuk tik-tak-tik-tuk tik-tak-tik-tuk

Tuk-tik-tak-tik-tuk tik-tak suara s'patu kuda


Kebunku

Lihat kebunku

penuh dengan bunga

ada yang putih,

dan ada yang merah

setiap hari

kusiram semua

mawar melati,

semuanya indah!

Penggubah: Ibu Sud


Kasih Ibu
Kasih ibu, kepada beta
tak terhingga sepanjang masa
Hanya memberi,
tak harap kembali,
Bagai sang surya, menyinari dunia.


Gelang Sipaku Gelang

gelang sipaku gelang

gelang si ramai ramai

mari pulang

marilah pulang

marilah pulang

bersama-sama

mari pulang

marilah pulang

marilah pulang

bersama-sama

Sayonara sayonara

Sampai berjumpa lagi

Sayonara sayonara

Sampai berjumpa lagi

Buat apa susah Buat apa susah
Susah itu tak ada gunanya

Buat apa susah Buat apa susah

Susah itu tak ada gunanya

Penggubah: NN


Cicak – Cicak di Dinding

Cicak-cicak di dinding
diam diam merayap
datang seekor nyamuk
hap ... lalu ditangkap
Penggubah: NN



Burung Kakaktua

Burung kakaktua
hinggap di jendela
Nenek sudah tua
giginya tinggal dua
Trek-dung ... trek-dung ...
Trek-dung tra-la-la
Trek-dung ... trek-dung ...
Trek-dung tra-la-la
Trek-dung ... trek-dung ...
Trek-dung tra-la-la
Burung kakaktua
Penggubah: "NN"


Bintang Kecil

Bintang kecil, di langit yang tinggi

Amat banyak, menghias angkasa

Aku ingin, terbang dan menari

Jauh tinggi ke tempat kau berada

Penggubah: Daljono


Balonku
Balonku ada lima
Rupa-rupa warnanya
Hijau, kuning, kelabu
Merah muda dan biru
Meletus balon hijau DOR
Hatiku sangat kacau
Balonku tinggal empat
Kupegang erat-erat
Penggubah:A.T.Mahmud (Abdulah Totong Mahmud)


Departemen Pendidikan Nasional memperkirakan 70 persen dari 250 ribu kepala sekolah di Indonesia tidak kompeten. Berdasarkan ketentuan Departemen, setiap kepala sekolah harus memenuhi lima aspek kompetensi, yaitu kepribadian, sosial, manajerial, supervisi, dan kewirausahaan. Namun, hampir semua kepala sekolah lemah di bidang kompetensi manajerial dan supervisi. “Padahal dua kompetensi itu merupakan kekuatan kepala sekolah untuk mengelola sekolah dengan baik,” kata Direktur Tenaga Kependidikan Surya Dharma kepada wartawan di Jakarta kemarin.

Kesimpulan ini merupakan temuan Direktorat Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Departemen Pendidikan Nasional setelah melakukan uji kompetensi. Direktorat Peningkatan Mutu melakukan uji kompetensi berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Kompetensi Kepala Sekolah. Lebih dari 400 kepala sekolah dari lima provinsi mengikuti tes tersebut. Untuk memastikan temuan itu, uji kompetensi kembali dilakukan pekan lalu terhadap 50 kepala sekolah sebuah yayasan pendidikan. “Hasilnya sama saja,” kata Surya.

Banyaknya kepala sekolah yang kurang memenuhi standar kompetensi ini tak terlepas dari proses rekrutmen dan pengangkatan kepala sekolah yang berlaku saat ini. Di sejumlah negara, kata Surya, untuk menjadi kepala sekolah, seseorang harus menjalani training dengan minimal waktu yang ditentukan. Ia mencontohkan Malaysia, yang menetapkan 300 jam pelatihan untuk menjadi kepala sekolah, Singapura dengan standar 16 bulan pelatihan, dan Amerika, yang menetapkan lembaga pelatihan untuk mengeluarkan surat izin atau surat keterangan kompetensi.


Apa saja ciri-ciri pelajar teladan? Selalu mendapat juara 1, mendapat nilai 100 di tiap ujian? Untuk mendapatkan prestasi tersebut tidaklah mudah. Mereka punya beberapa kebiasaan yang membuatnya menjadi pintar dan pantas untuk dicontoh. Berikut kebiasaan yang dilakukan pelajar teladan, dilansir Washington Post. 
1.      Rajin membaca
Buku adalah jendela dunia. Jika ingin kaya wawasan maka bersahabatlah dengan buku. Membaca tidak hanya terbatas pada buku literatur saja, Anda bisa membaca ensiklopedia, biografi, novel dan lainnya. Membaca adalah faktor yang menyebabkan kenaikan prestasi akademik.